Chord terbuka memakai satu atau beberapa senar yang tidak ditekan, sedangkan chord balok memakai telunjuk untuk menekan beberapa senar pada fret yang sama sehingga bentuknya dapat dipindahkan. Chord terbuka umumnya lebih mudah dan berbunyi lebar. Chord balok membutuhkan kekuatan serta ketepatan lebih tinggi, tetapi memberi pilihan nada dasar, posisi wilayah nada, dan kontrol ritme yang lebih banyak. Keduanya bukan tingkatan yang saling menggantikan. Pilihan terbaik bergantung pada bunyi dan kebutuhan lagu.
Kenali struktur chord terbuka
Chord terbuka dimainkan dekat nut dan memanfaatkan resonansi senar terbuka. Bentuk C, A, G, E, D, Am, Em, dan Dm menjadi dasar penting karena sering muncul dalam lagu serta mudah dikombinasikan. Senar terbuka membuat bunyi terasa panjang dan penuh, terutama pada gitar akustik.
Keterbatasannya adalah setiap bentuk terikat pada susunan nada tertentu. Anda tidak dapat menggeser bentuk C terbuka dua fret lalu mengharapkan semua nada otomatis menjadi D, karena senar terbukanya tidak ikut berpindah. Untuk mengubah nada dasar, Anda perlu bentuk lain, capo, atau versi chord yang dapat digeser.
Pelajari senar mana yang boleh dan tidak boleh dibunyikan. Bentuk D biasanya dimulai dari senar keempat, sedangkan C umumnya tidak memakai senar keenam sebagai nada rendah utama. Diagram pada kamus chord gitar membantu memeriksa posisi jari dan jangkauan senar setiap bentuk.
Pahami cara kerja chord balok
Pada chord balok, telunjuk berfungsi seperti nut yang dapat dipindahkan. Jari tersebut menekan beberapa senar pada satu fret, sementara jari lain membentuk pola mayor, minor, atau variasi lainnya. Karena semua senar yang relevan ikut dipendekkan, bentuk yang sama dapat digeser ke fret lain untuk menghasilkan akar chord baru.
Contohnya, bentuk mayor berakar di senar keenam dapat dimainkan sebagai F di fret 1, G di fret 3, A di fret 5, dan seterusnya. Hubungan bentuknya tetap, tetapi nama chord mengikuti nada akar di bawah telunjuk. Fleksibilitas ini membuat chord balok berguna pada nada dasar yang tidak mempunyai banyak bentuk terbuka yang nyaman.
Telunjuk tidak perlu menekan sekuat-kuatnya. Letakkan dekat kawat fret, gulung sedikit menuju sisi luar jari yang lebih keras, dan posisikan ibu jari di belakang leher gitar. Gunakan tekanan secukupnya sampai nada bersih. Tekanan berlebihan cepat melelahkan tangan dan justru memperlambat perpindahan.
Bandingkan karakter bunyinya
Senar terbuka cenderung beresonansi lebih lama dan menghasilkan campuran wilayah nada yang luas. Karakter ini cocok untuk iringan akustik, petikan, atau bagian lagu yang membutuhkan ruang. Namun, resonansi panjang juga dapat membuat perubahan cepat terdengar berbaur jika peredaman kurang rapi.
Chord balok dapat dipendekkan dengan melepaskan sebagian tekanan tangan kiri tanpa mengangkat jari dari senar. Bunyi berhenti cepat, sehingga aksen, jeda, dan ritme pendek lebih mudah dikendalikan. Bentuk yang dimainkan lebih tinggi di leher juga menghasilkan wilayah nada yang lebih terang dan rapat.
Sebuah G terbuka dan G balok tetap memiliki identitas chord yang sama, tetapi susunan nada, wilayah nada, dan resonansinya berbeda. Mainkan keduanya secara bergantian lalu rekam. Dengarkan mana yang meninggalkan ruang lebih baik untuk vokal atau gitar kedua.
Pilih bentuk berdasarkan nada dasar dan progresi
Nada dasar C, G, D, A, dan E menyediakan banyak chord terbuka yang akrab. Pada nada dasar dengan lebih banyak akar kres atau mol, Anda mungkin membutuhkan beberapa chord balok. Meski begitu, jangan membuat keputusan berdasarkan jumlah chord balok saja. Perhatikan juga jarak perpindahan dan tempo lagu.
Empat bentuk terbuka yang mudah tetapi berjauhan dapat lebih sulit dimainkan daripada empat chord balok yang posisinya berdekatan. Tuliskan progresi, uji dua pilihan posisi, lalu mainkan dalam tempo lagu. Pilih susunan yang tetap bersih ketika dimainkan berulang, bukan yang hanya nyaman saat setiap chord diuji sendiri.
Capo dapat mempertahankan bentuk terbuka sambil mengubah nada yang terdengar. Jika kebutuhan utama adalah menyesuaikan vokal atau menghindari bentuk tertentu, baca cara menggunakan capo gitar dan bandingkan hasilnya dengan versi chord balok tanpa capo.
Bangun chord balok pertama dengan aman
Mulailah di sekitar fret 5, karena tekanan senar sering terasa lebih ringan dibanding fret 1. Letakkan telunjuk saja, lalu petik senar yang perlu ditekan satu per satu. Jika ada nada mati, geser posisi telunjuk sedikit ke atas atau ke bawah dan ubah sudutnya. Jangan langsung menambah tenaga.
Setelah balok bersih, tambahkan jari lain satu per satu. Pertahankan ujung jari tetap melengkung agar tidak mematikan senar di sebelahnya. Pegang bentuk selama beberapa detik, lepaskan seluruh tekanan, lalu goyangkan tangan. Pengulangan pendek lebih berguna daripada menahan bentuk sampai lengan tegang.
Jika pergelangan menekuk tajam, angkat sedikit posisi leher gitar dan dekatkan siku ke posisi yang alami. Hentikan latihan ketika muncul nyeri tajam atau kebas. Rasa lelah ringan dapat muncul saat otot beradaptasi, tetapi rasa sakit bukan target latihan.
Latih perpindahan tanpa kehilangan bentuk
Pilih dua chord balok dengan bentuk yang sama dan akar berjarak dua fret. Lepaskan tekanan, tetapi pertahankan jari menyentuh senar. Geser seluruh bentuk bersama ibu jari, lihat fret tujuan, kemudian tekan kembali. Jangan menyeret dengan tekanan penuh karena akan menambah bunyi gesekan dan membuat tangan cepat lelah.
Berikutnya, latih perpindahan dari chord terbuka ke chord balok. Contohnya, gunakan C terbuka ke F balok. Perhatikan perubahan sudut telunjuk dan posisi ibu jari. Latih kedua arah karena F kembali ke C mempunyai urutan gerak yang berbeda.
Gunakan satu genjrengan setiap empat ketukan sampai pendaratan konsisten. Tambahkan genjrengan hanya setelah chord baru berbunyi tepat waktu. Teknik pada artikel latihan perpindahan chord dapat diterapkan untuk mengisolasi pasangan bentuk yang paling sulit.
Gabungkan keduanya dalam satu aransemen
Satu lagu tidak harus memakai satu keluarga bentuk saja. Anda dapat memainkan C, Am, dan G terbuka bersama F balok kecil. Bait dapat memakai chord terbuka agar terdengar lapang, kemudian reff berpindah ke susunan nada chord balok yang lebih tinggi untuk menambah energi.
Saat mencampur bentuk, perhatikan keseimbangan volume. Chord balok enam senar dapat terdengar lebih padat daripada chord terbuka empat senar. Atur jangkauan genjrengan dan kekuatan sapuan agar pergantian tidak menghasilkan lonjakan volume yang tidak diinginkan.
Dalam permainan bersama gitaris lain, satu pemain dapat memakai chord terbuka dan pemain lain memakai susunan chord balok yang lebih tinggi. Perbedaan wilayah nada mengurangi tabrakan frekuensi sekaligus membuat harmoni terasa lebih luas. Pastikan keduanya tetap memainkan chord yang sama dalam nada dasar yang disepakati.
Pilih dengan daftar pertimbangan praktis
- Gunakan chord terbuka ketika resonansi panjang mendukung gaya lagu dan bentuknya nyaman di nada dasar tersebut.
- Gunakan chord balok ketika Anda memerlukan akar yang dapat dipindah, wilayah nada berbeda, atau pelepasan bunyi yang cepat.
- Gunakan capo jika bentuk terbuka cocok tetapi nada yang terdengar perlu dinaikkan.
- Gabungkan keduanya ketika bagian lagu membutuhkan perubahan warna atau kepadatan.
- Pilih bentuk yang dapat dimainkan bersih dalam tempo, bukan bentuk yang sekadar terlihat lebih sulit.
Atasi bunyi mati dan tangan yang cepat lelah
- Senar tengah pada chord balok mati. Sesuaikan tinggi serta sudut telunjuk karena ruas jari mungkin tepat berada di atas senar tersebut.
- Semua senar berdengung. Dekatkan telunjuk ke kawat fret dan periksa posisi ibu jari sebelum menambah tekanan.
- Chord terbuka terdengar keruh. Petik setiap senar dan pastikan jari tidak menyentuh senar di sebelahnya.
- Tangan cepat lelah. Gunakan sesi pendek, lepaskan tekanan di antara genjrengan, dan jangan menggantungkan seluruh kekuatan pada ibu jari.
- Perpindahan terlambat. Kurangi tempo dan siapkan bentuk berikut sebelum hitungan pergantian tiba.
Penguasaan chord terbuka memberi dasar resonansi dan penjarian, sedangkan chord balok memperluas pilihan posisi serta kontrol. Keduanya menjadi berguna ketika dipilih dengan telinga dan dimainkan tepat waktu. Saat membuka pustaka chord ChordTela, uji satu lagu memakai bentuk yang tercantum, kemudian bandingkan satu atau dua posisi alternatif. Catat perbedaan bunyi, kemudahan perpindahan, dan kesesuaiannya dengan vokal agar pilihan bentuk benar-benar mendukung aransemen.