Capo dipasang melintang pada fret untuk menggantikan fungsi nut sementara dan menaikkan nada semua senar terbuka. Setiap naik satu fret, nada terdengar naik satu semiton, sementara bentuk chord yang dimainkan tetap sama. Jadi, bentuk C dengan capo di fret 2 terdengar sebagai D. Cara ini berguna untuk menyesuaikan nada dengan suara penyanyi, memakai bentuk chord terbuka yang lebih nyaman, atau mendapatkan warna bunyi yang lebih terang.
Kenali apa yang berubah dan apa yang tetap
Ketika capo dipasang, panjang senar yang bergetar menjadi lebih pendek. Nada seluruh senar naik sesuai posisi capo. Namun, hubungan fingering di depan capo tetap sama. Anda masih membentuk C, G, Am, atau F seperti biasanya, hanya saja chord yang didengar pendengar berada pada nada yang lebih tinggi.
Kualitas chord juga tetap. Bentuk Am dengan capo fret 2 terdengar sebagai Bm. Bentuk G7 pada capo fret 3 terdengar sebagai Bb7. Capo tidak mengubah chord mayor menjadi minor atau sebaliknya. Ia memindahkan seluruh nada dengan jarak yang sama.
Warna bunyi dapat berubah karena posisi nada lebih tinggi dan panjang senar lebih pendek. Bentuk terbuka yang dipindahkan sering terdengar lebih cerah serta rapat. Perubahan warna ini dapat menjadi alasan musikal tersendiri, bukan hanya jalan keluar dari chord yang sulit.
Pasang capo pada posisi yang tepat
Pasang capo tepat di belakang kawat fret, bukan di tengah ruang fret dan bukan tepat di atas kawat. Posisi yang terlalu jauh dari kawat dapat menimbulkan dengung. Tekanan yang berlebihan dapat menarik senar sehingga nadanya menjadi terlalu tinggi.
- Stem gitar tanpa capo memakai tuner gitar.
- Buka atau kendurkan capo sebelum menempatkannya agar senar tidak terseret ke samping.
- Letakkan capo lurus dan dekat dengan kawat fret tujuan.
- Petik enam senar satu per satu untuk memastikan semuanya berbunyi bersih.
- Periksa tuning lagi dan koreksi sedikit bila ada senar yang berubah.
Capo harus menekan semua senar secara rata. Jika satu senar mati, periksa sudut alat dan bentuk bantalan karetnya. Jangan langsung menambah tekanan. Kadang memindahkan posisi beberapa milimeter sudah cukup untuk membersihkan bunyi.
Hitung nada yang terdengar dengan semiton
Gunakan urutan dua belas nada berikut sebagai peta: C, C#, D, D#, E, F, F#, G, G#, A, A#, B, lalu kembali ke C. Setiap fret bergerak satu langkah pada urutan tersebut. Perhatikan bahwa E langsung menuju F dan B langsung menuju C. Tidak ada nada beraksidental di antara kedua pasangan itu.
Untuk mengetahui chord yang terdengar, mulai dari nama bentuk chord lalu maju sesuai jumlah fret capo. Bentuk D dengan capo fret 3 bergerak dari D ke D#, E, lalu F, sehingga terdengar sebagai F. Bentuk Em pada posisi yang sama terdengar sebagai Gm. Sifat minor tetap dipertahankan.
Jika Anda bermain bersama keyboard atau gitar tanpa capo, sebutkan dua informasi secara jelas. Tuliskan bentuk yang dimainkan dan chord konser yang terdengar. Contohnya, "bentuk C, G, Am, F dengan capo 2" menghasilkan D, A, Bm, G. Kedua daftar benar, tetapi dipakai oleh pemain yang berbeda.
Pilih posisi berdasarkan bentuk chord yang nyaman
Misalkan sebuah lagu harus terdengar dalam E mayor dan progresinya E, B, C#m, A. Bentuk tersebut mungkin belum nyaman bagi pemula karena ada chord balok. Dengan capo fret 4, gitaris dapat memakai bentuk C, G, Am, F dan hasil bunyinya tetap E, B, C#m, A.
Meski demikian, capo fret 4 belum tentu pilihan paling mudah jika bentuk F juga bermasalah. Coba beberapa keluarga bentuk. Nada E dapat dicapai memakai bentuk D dengan capo fret 2 atau bentuk C dengan capo fret 4. Bandingkan jarak perpindahan, kenyamanan leher gitar, dan karakter bunyi sebelum memilih.
Gunakan alat transpose chord untuk membandingkan susunan chord dalam beberapa nada dasar. Alat tersebut membantu memastikan semua chord bergerak dengan jarak yang sama. Capo kemudian dipilih agar Anda tetap dapat memakai bentuk yang dikuasai.
Sesuaikan nada dasar dengan jangkauan suara
Jangan menilai kenyamanan vokal hanya dari baris pertama. Nyanyikan bagian dengan nada tertinggi dan bagian dengan nada terendah. Jika nada tinggi terasa tertekan, lagu mungkin perlu diturunkan. Jika bagian rendah kehilangan suara, lagu mungkin perlu dinaikkan.
Memindahkan capo satu fret ke atas menaikkan seluruh lagu satu semiton jika bentuk chord tidak berubah. Coba satu atau dua fret setiap kali, lalu nyanyikan bagian tersulit. Catat posisi yang membuat suara tetap jelas, tidak dipaksa, dan masih memiliki ruang untuk bagian klimaks.
Capo hanya dapat menaikkan nada dari posisi senar terbuka dengan bentuk yang sama. Untuk menurunkan lagu, Anda perlu memilih bentuk chord lain atau mentransposisi semua chord ke bawah. Panduan cara menentukan nada dasar lagu sesuai suara membahas pengujian jangkauan vokal secara lebih terarah.
Bedakan bentuk chord dan nama chord sebenarnya
Pada latihan pribadi, menyebut bentuk chord sering sudah cukup. Namun, saat bermain dalam kelompok, istilah yang kabur dapat membuat pemain memulai pada nada berbeda. Gitaris dengan capo mungkin membaca C, sedangkan pemain bass perlu memainkan akar D karena capo berada di fret 2.
Tulis keterangan seperti "capo 2, bentuk C" pada lembar chord. Bila latihan melibatkan instrumen lain, tambahkan nada dasar atau chord yang terdengar. Kebiasaan ini juga membantu saat Anda kembali memainkan lagu beberapa minggu kemudian.
Periksa masalah tuning dan intonasi
- Semua nada terdengar terlalu tinggi. Tekanan capo mungkin berlebihan atau senar tertarik ke samping saat dipasang. Lepaskan dan pasang ulang.
- Satu senar berdengung. Dekatkan capo ke kawat fret dan pastikan bantalan menyentuh senar tersebut secara rata.
- Chord pertama bersih tetapi chord lain terasa sumbang. Periksa tuning setiap senar setelah capo dipasang. Masalah intonasi gitar juga lebih terdengar di fret tinggi.
- Capo menghalangi tangan. Putar atau ubah arah pegangan jika modelnya memungkinkan, tetapi jangan mengorbankan tekanan yang rata.
- Senar sulit ditekan di depan capo. Kurangi tekanan alat secukupnya dan pastikan posisi tidak terlalu jauh dari kawat fret.
Lakukan latihan perbandingan yang mudah didengar
Buka susunan chord Soleram dan mainkan satu bagian tanpa capo. Setelah itu, pasang capo di fret 2 serta gunakan bentuk chord yang sama. Dengarkan bagaimana semua nada naik dua semiton sementara pola jari tidak berubah.
Pada putaran berikutnya, sebutkan bentuk dan chord terdengar sebelum setiap pergantian. Latihan ini menghubungkan tangan, telinga, dan teori. Setelah hubungan tersebut jelas, coba mencari posisi lain yang menghasilkan nada dasar sama dengan bentuk chord berbeda.
Gunakan capo untuk tujuan yang jelas
Capo bukan pengganti pemahaman nada dasar. Gunakan alat ini ketika menyelesaikan masalah tertentu, seperti menyesuaikan vokal, menghindari rangkaian bentuk yang belum nyaman, atau mencari warna suara yang sesuai aransemen. Pilihan fret terbaik adalah yang membuat musik terdengar dan terasa lebih baik, bukan posisi yang paling tinggi.
Saat Anda mencari susunan chord di ChordTela, anggap susunan chord sebagai peta awal. Coba versi aslinya, identifikasi bagian vokal tersulit, lalu bandingkan beberapa posisi capo secara sistematis. Tulis hasil akhirnya agar bentuk chord, fret capo, dan nada yang terdengar tidak tertukar saat dimainkan kembali.