Chord mayor adalah chord yang terdengar "cerah" dan menjadi tulang punggung hampir semua lagu populer. Memahami logikanya membuat Anda tidak sekadar menghafal bentuk.
Rumus chord mayor
Setiap chord mayor tersusun dari tiga nada dengan rumus interval 1 – 3 – 5 dari tangga nada mayornya: nada dasar (root), terts mayor (dua nada penuh di atas root), dan kuint (tiga setengah nada di atas root). Contoh: C mayor = C, E, G; G mayor = G, B, D. Nada tengah (terts mayor) inilah yang memberi karakter cerah — turunkan setengah nada dan chord berubah menjadi minor.
Daftar 12 chord mayor
Terdapat 12 chord mayor sesuai 12 nada kromatik: C, C#, D, D#, E, F, F#, G, G#, A, A#, dan B. Lima di antaranya memiliki bentuk terbuka (open chord) yang mudah: C, D, E, G, dan A. Sisanya umumnya dimainkan sebagai chord balok yang bentuknya diturunkan dari E dan A — misalnya F# adalah bentuk E yang digeser dua fret dengan telunjuk menjadi penekan semua senar.
Progresi mayor paling umum
Progresi I–V–vi–IV (di kunci C: C–G–Am–F) dipakai di ratusan lagu pop Indonesia. Latih empat chord itu berurutan dan Anda akan langsung mengenali polanya saat membuka halaman chord lagu favorit. Bentuk fingering setiap chord dapat dilihat di kamus chord, dan bila nada dasarnya kurang cocok dengan vokal, gunakan transpose chord untuk memindahkan seluruh progresi ke kunci lain.