Lagu latihan yang tepat berada sedikit di atas kemampuan saat ini, tetapi masih dapat dimainkan secara utuh pada tempo lebih lambat. Pilih lagu dengan mayoritas chord yang sudah dikenal, satu atau dua tantangan baru, ritme yang dapat disederhanakan, dan struktur yang mudah dipetakan. Pilihan seperti ini menjaga latihan tetap musikal sekaligus memberi kemajuan yang dapat diukur.
Tentukan keterampilan yang ingin dilatih
Jangan mulai dari pertanyaan "lagu apa yang paling mudah". Mulailah dari keterampilan yang ingin diperbaiki. Tujuannya dapat berupa perpindahan C ke G, chord balok pertama, pola genjrengan, ketepatan tempo, koordinasi menyanyi, petikan bass, atau penggunaan capo. Satu tujuan utama membuat pemilihan lagu lebih jelas.
Tulis target dalam kalimat yang dapat diuji, misalnya "memainkan satu bait dengan perpindahan tepat pada 70 ketukan per menit". Target seperti "ingin semakin jago" terlalu luas. Setelah target ditentukan, cari lagu yang memunculkan keterampilan tersebut beberapa kali tanpa menambahkan terlalu banyak masalah lain.
Jika Anda baru mulai, gunakan panduan chord dasar gitar untuk mengenali bentuk yang sudah dikuasai. Daftar bentuk yang dapat dimainkan bersih menjadi batas awal saat menilai sebuah lagu.
Hitung chord yang sudah dikenal dan chord baru
Baca seluruh chart sebelum bermain. Tandai chord dengan tiga kategori: sudah bersih, masih lambat, dan benar-benar baru. Untuk latihan utama, usahakan sebagian besar chord berada pada kategori pertama. Satu atau dua chord dari kategori kedua memberi tantangan yang cukup. Terlalu banyak bentuk baru membuat waktu habis untuk mengingat jari, bukan memainkan lagu.
Jumlah chord bukan satu-satunya ukuran. Lagu dengan empat chord dapat sulit jika perpindahannya cepat atau memakai F balok. Lagu dengan enam chord dapat terasa mudah jika setiap chord bertahan lama dan bentuknya saling berdekatan. Nilai isi dan urutan, bukan angka total saja.
Fitur cari lagu berdasarkan chord membantu menemukan bahan yang sesuai dengan bentuk yang sudah Anda kuasai. Mulai dari kombinasi kecil, lalu perluas setelah perpindahan dapat dilakukan tanpa menghentikan ketukan.
Periksa frekuensi dan arah perpindahan
Lihat seberapa sering chord berganti dalam satu bar. Satu chord per bar memberi waktu persiapan lebih panjang daripada dua atau empat perubahan per bar. Tandai pasangan yang muncul berulang karena pasangan itulah yang akan paling banyak dilatih.
Perhatikan kedua arah. C ke G mungkin terasa mudah, tetapi G kembali ke C dapat menimbulkan jeda. Artikel cara berpindah chord dengan lancar menjelaskan latihan pasangan, jari poros, dan pendaratan serempak. Pilih lagu yang memberi pengulangan cukup agar metode tersebut dapat diterapkan.
Jika satu transisi jauh lebih sulit daripada bagian lain, jangan langsung menolak lagunya. Coba bentuk alternatif, transpose, atau capo. Namun, bila hampir setiap perpindahan memerlukan teknik baru, simpan lagu tersebut untuk tahap berikutnya.
Nilai tempo dan ruang untuk memperbaiki kesalahan
Tempo asli bukan batas latihan. Sebuah lagu cepat dapat diperlambat, tetapi karakternya harus tetap dapat dikenali. Coba pada 60 sampai 70 persen tempo tujuan. Jika bentuk dasar dan frasa masih masuk akal, lagu tersebut mungkin cocok. Jika ritme kehilangan identitas saat diperlambat, pilih bagian yang lebih sederhana atau lagu lain.
Dengarkan apakah ada ruang panjang untuk menyiapkan chord berikutnya. Bait dengan chord yang bertahan satu bar cocok untuk latihan perpindahan awal. Bagian dengan perubahan pada setiap setengah ketukan lebih cocok setelah bentuk tangan menjadi otomatis.
Gunakan metronom dan catat tempo nyaman pertama. Naikkan sedikit hanya setelah satu bagian dapat dimainkan tiga kali tanpa berhenti. Kemajuan lima ketukan per menit yang bersih lebih berarti daripada satu percobaan cepat yang penuh jeda.
Sederhanakan ritme tanpa menghilangkan struktur
Pola rekaman asli mungkin memiliki sinkopasi, petikan, hentian, dan aksen yang rumit. Untuk menilai kecocokan lagu, mainkan dahulu satu genjrengan turun pada setiap ketukan. Jika chord dan struktur dapat diikuti, ritme dapat dibangun bertahap.
Berikutnya, gunakan satu pola konsisten dari panduan pola genjrengan. Tambahkan aksen atau gerakan yang dilewati setelah tangan kiri tidak lagi mengambil seluruh perhatian. Menyederhanakan bukan berarti memainkan lagu secara salah. Ini adalah cara memisahkan lapisan keterampilan.
Hindari mengganti pola pada setiap bar saat masih belajar chord. Satu pola yang stabil memberi dasar untuk menilai apakah kesulitan berasal dari ritme atau perpindahan.
Pilih struktur yang mudah dipetakan
Lagu dengan bait dan reff yang jelas lebih mudah dipelajari daripada aransemen yang berubah pada setiap bagian. Tulis urutannya, misalnya intro, bait, reff, bait, reff, bridge, reff. Catat jumlah bar dan chord pertama pada setiap bagian.
Mulailah dari bagian yang paling sering kembali. Menguasai reff dapat memberi rasa kemajuan, tetapi bait mungkin lebih mudah untuk membangun teknik. Pilih urutan latihan berdasarkan tujuan, bukan selalu urutan rekaman.
Periksa juga durasi. Untuk sesi singkat, satu lagu dengan struktur berulang lebih bermanfaat daripada lagu panjang dengan banyak bagian unik. Artikel rutinitas latihan gitar 20 menit dapat membantu membagi waktu antara teknik dan penerapan.
Gunakan tangga kesulitan tiga lagu
Siapkan tiga lagu dengan peran berbeda. Lagu nyaman memakai chord dan ritme yang sudah dikuasai. Lagu berkembang mempunyai satu tantangan baru yang sesuai target. Lagu tujuan lebih sulit dan hanya dipelajari dalam potongan kecil. Susunan ini mencegah setiap sesi terasa seperti ujian.
- Lagu nyaman. Mainkan utuh untuk melatih alur, dinamika, dan kepercayaan diri.
- Lagu berkembang. Gunakan sebagian besar waktu karena tingkat kesulitannya tepat untuk kemajuan.
- Lagu tujuan. Ambil dua sampai empat bar sebagai gambaran keterampilan berikutnya.
Tinjau daftar setiap dua minggu. Lagu berkembang dapat menjadi lagu nyaman. Lagu tujuan dapat naik menjadi lagu berkembang setelah tantangan utamanya tidak lagi terasa asing.
Buat skor sederhana sebelum memutuskan
Beri nilai satu sampai tiga untuk chord, perpindahan, tempo, ritme, dan struktur. Nilai satu berarti sudah nyaman, dua berarti menantang tetapi bisa dilatih, dan tiga berarti membutuhkan teknik baru. Lagu latihan utama sebaiknya mempunyai banyak nilai satu, beberapa nilai dua, dan maksimal satu nilai tiga.
Skor bukan aturan mutlak. Lagu favorit dapat memberi motivasi kuat, tetapi jangan menyamakan motivasi dengan tingkat kesulitan. Jika lagu favorit terlalu sulit, pilih versi iringan yang lebih sederhana atau jadikan sebagai lagu tujuan.
Uji lagu selama satu sesi sebelum berkomitmen
- Baca chart dan tandai struktur selama dua menit.
- Bentuk semua chord tanpa ritme selama tiga menit.
- Mainkan satu bait dengan genjrengan turun selama lima menit.
- Loop dua perpindahan tersulit selama lima menit.
- Rekam satu putaran dan tulis masalah utama selama lima menit.
Setelah sesi, tanyakan apakah masalahnya spesifik dan dapat diukur. Jika jawabannya ya, lagu itu cocok untuk beberapa hari berikutnya. Jika semua bagian terasa sama sulit dan tidak ada titik mulai, pilih bahan antara yang lebih dekat dengan kemampuan sekarang.
Hubungkan lagu dengan latihan aransemen
Setelah chord dan struktur dikuasai, lagu yang sama dapat digunakan untuk belajar dinamika, tekstur, intro, atau pola bass. Artikel cara membuat aransemen iringan gitar sederhana memberi langkah untuk mengembangkan versi dasar tanpa mengganti identitas lagunya.
Saat membutuhkan kandidat, cari chord lagu di ChordTela dan bandingkan beberapa chart berdasarkan tujuan latihan. Pilih satu, simpan catatan tempo serta pasangan chord, lalu bertahan cukup lama untuk melihat kemajuan. Sering mengganti lagu sebelum satu masalah selesai dapat membuat latihan terasa ramai tetapi hasilnya sulit diukur.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah pemula harus selalu memilih lagu dengan tiga atau empat chord?
Tidak. Jumlah chord hanya salah satu faktor. Perpindahan, tempo, durasi setiap chord, ritme, dan struktur juga menentukan kesulitan. Lagu dengan lebih banyak chord dapat tetap cocok jika geraknya lambat dan bentuknya sudah dikenal.
Kapan sebaiknya mengganti lagu latihan?
Ganti atau naikkan tingkat kesulitan ketika tujuan utama sudah tercapai secara konsisten, lagu tidak lagi memberi masalah yang relevan, atau ternyata tantangannya terlalu jauh dari kemampuan saat ini setelah beberapa sesi terarah.